7185 USULAN PROGRAM MASUK PEMBAHASAN DI MUSRENBANG 2017 KOTA MALANG

Setelah melalui proses berjenjang partisipatif sejak pra musrenbang kelurahan, maka kini sebanyak 7185 usulan kegiatan fisik dan non fisik dari masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2018 telah sampai di fase pembahasan Musrenbang tingkat kota.

Bapak Walikota Malang, H. Moch Anton hadir langsung dan membuka secara resmi kegiatan Musrenbang 2017 yang digelar di Hotel Gajahmada Graha pada Kamis, 16 Maret 2016. Beliau mengungkapkan bahwa musrenbang kota malang merupakan bagian dari tahapan yang wajib dilalui dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD), yang merupakan dokumen perencanaan tahunan daerah.

Acara strategis ini – yang sedianya dimulai pagi namun ditunda hingga siang untuk menghormati prosesi terkait wafatnya KH Hasyim Muzadi – diikuti oleh para pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang, Forpimda Kota Malang, seluruh pimpinan SKPD di Kota Malang, delegasi 5 Kecamatan, perwakilan perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan komunitas. Adapun dari luar Malang ikut hadir Bapak Asisten Pemerintahan dan Kesma Provinsi Jawa Timur serta perwakilan Bupati Malang dan Walikota Batu sebagai mitra Malang Raya.

Dalam laporannya sebagai ketua penyelenggara, Drs. Wasto, SH, MH, Kepala Badan Perencanaan dan Litbang Kota Malang mengungkapkan bahwa tujuan Musrenbang adalah menciptakan keselarasan perencanaan pembangunan antara perspektif pemerintah daerah dengan perspektif masyarakat atau stakeholder lainnya, sebagai implementasi atas pendekatan top down dan bottom-up sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perencanaan pembangunan.

Adapun tema Musrenbang 2017 adalah…. “memacu pembangunan infrastruktur yang merata dalam rangka meningkatkan aksesibilitas dan daya saing perekonomian daerah menuju masyarakat kota malang yang lebih sejahtera”

Sementara itu dalam sambutannya Bapak Zainal Muhtadin, SH, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesma Prov Jatim mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Timur seperti halnya Kota Malang memiliki modal basis kondisi makro wilayah, demografi, maupun ekonomi yang baik. Bahkan ditengah pengaruh penurunan ekonomi global, masih bisa tumbuh dengan sehat, dengan inflasi yang rendah. Ini penting untuk mengantisipasi beberapa tren global seperti ‘trump effect’, kenaikan suku bunga fed, brexit, konstelasi asia timur dan perlambatan ekonomi tiongkok.

Salah satu pekerjaan rumah yang menarik dl Kota Malang adalah masih tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka meskipun ekonomi tumbuh dan angka kemiskinan terus turun hingga level terendah se Jatim. Meskipun ada faktor mahasiswa yang dihitung dan memperbesar rasio TPT ini, namun komparasi terhadap nilai provinsi maupun nasional mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus semakin inklusif dan mengembangkan sektor riil dan kewirausahaan seperti UMKM dan industri kreatif.