PERINGATI HARI AIR SEDUNIA 22 MARET, PENGELOLAAN AIR LIMBAH DAN PERUBAHAN IKLIM JADI PERHATIAN-

Sejak ditetapkan melalui Resolusi PBB Nomor 147/1993, maka setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Tema peringatan tahun 2017 adalah Wastewater / Air Limbah yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan pentingnya air bagi kehidupan dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Minggu lalu Pemerintah Kota Malang bersama IUWASH PLUS telah melakukan pengukuran terhadap kinerja sanitasi daerah, dan masih rendahnya skor ketersediaan regulasi teknis, besaran investasi daerah dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air limbah domestik menunjukkan bahwa Kota Malang perlu banyak berbenah untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik maupun perlindungan pada kualitas air dari ancaman limbah rumah tangga maupun industri.

Isu lain tentang air yang baru-baru ini didiskusikan adalah upaya mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Tangguh terhadap Bencana dan Perubahan Iklim yang didominasi risiko Hidrometrologi (Banjir, Genangan Sesaat, Longsor, dll). Proyeksi BMKG hingga tahun 2040 secara umum curah hujan dan intensitas hari hujan deras akan terus meningkat sepanjang tahun di Kota Malang. Jadi jika akhir-akhir ini kita sering kehujanan, melihat jalanan tergenang dan berbasah ria terjebak kemacetan di tengah hujan, dunia memang sedang berubah….

Fenomena Ini adalah salah satu dampak perubahan iklim yang didorong pemanasan global. Untuk itu adalah sangat penting adanya sistem drainase yang baik, jumlah ruang terbuka cukup dan memastikan langkah-langkah bijak lain dalam tanggung jawab kita terhadap air dan alam, agar hujan tetap pada fitrahnya sebagai berkah dan tidak menjadi katalis risiko bencana hidrometrologi….

Yuk..sedia payung sebelum hujan…

Selamat Hari Air Sedunia, semoga kita makin bijak dan adil…