KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI DAN KONVENSIONAL DI KOTA MALANG

Kota Malang merupakan kota yang lebih dikenal dengan sebutan kota pendidikan dan kota pariwista. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya Perguruan Tinggi di Kota Malang sehingga menyebabkan arus urban yang cukup signifikan mengarah ke Kota Malang. Selain itu, berdasarkan data yang bersumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, terdapat peningkatan jumlah wisatawan, baik wisatawan domistik maupun mancanegara pada tahun 2015-2016 dengan rincian 3.290.067 (wisatawan domistik) dan 8.265 (wisatawan mancanegara) pada tahun 2015 meningkat menjadi 3.987.074 (wisatawan domestik) dan 9.535 (wisatawan mancanegara) pada tahun 2016. Kenaikan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Hal ini tentu akan berdampak pada kebutuhan sarana dan prasarana masyarakat yang berkunjung ke Kota Malang, salah satunya adalah kebutuhan akan transportasi massal.

Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan beragam inovasi baru tak terkecuali lahirnya transportasi berbasis aplikasi (online) yang saat ini telah bermetamorfosis menjadi pesaing utama transportasi konvensional (taksi dan angkot). Tidak dapat dipungkiri jika mayoritas masyarakat merasa diuntungkan dengan hadirnya transportasi online tersebut. Namun apabila ditinjau dari sisi sosial dan ekonomi, maka keberadaan transportasi tersebut menjadi pesaing utama trasportasi konvensional yang telah lama lahir di Indonesia sehingga sering terjadi insiden-insiden antara transportasi konvensional dengan transportasi online.

Sehubungan dengan kondisi yang ada, Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menilai perlu melakukan penelitian mengenai kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis online dan konvensional. Sebab apapun bentuk transportasinya, ujung-ujungnya adalah bagaimana masyarakat dapat terlayani dengan baik serta penyedia jasa transportasi (online maupun konvensional) dapat bersama-sama melayani masyarakat dan mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan porsinya masing-masing.

Leave a comment