PENANDATANGANAN MOU ANTARA BARENLITBANG KOTA MALANG DENGAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA TENTANG PENYUSUNAN DAN ANALISA INDEKS GINI KOTA MALANG

Malang Kota – Perencanaan pembangunan suatu daerah memerlukan analisa multidimensi terhadap berbagai aspek, baik aspek ekonomi, sosial, budaya dan aspek-aspek yang lain. Analisa dan kajian dalam setiap aspek akan menjadi data input pemerintah dalam menyusun pondasi kebijakan yang tepat dan cepat sehingga pemerataan pembangunan dapat terlaksana disetiap daerah. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan adalah Angka Indeks Gini.

Indeks Gini atau koefisien Gini merupakan satu ukuran umum untuk distribusi pendapatan atau kekayaan yang menunjukkan seberapa merata pendapatan dan kekayaan didistribusikan di antara populasi. Indeks Gini memiliki kisaran 0 sampai 1. Nilai 0 menunjukkan distribusi yang sangat merata yaitu setiap orang memiliki jumlah penghasilan atau kekayaan yang sama persis sedangkan nilai 1 menunjukkan distribusi yang timpang sempurna. Michael Todaro, seorang ahli ekonomi pembangunan dari Italia, membuat kriteria tentang Indeks Gini: (1). 0,50–0,70 menandakan pemerataan yang sangat timpang (terjadi kesenjangang), (2). 0,36–0,49 menunjukan kesenjangan sedang, dan (3). 0,20–0,35 dinyatakan pemerataan relatif tinggi (merata).

Barenlitbang Kota Malang dalam rangka menyusun dan menganalisa Indeks Gini Kota Malang Tahun 2017 bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Perjanjian kerjasama diselenggarakan pada Jumat 2 Maret 2018 bertempat di Universitas Brawijaya dan dilakukan oleh Kepala Barenlitbang Kota Malang, Bapak Erik Setyo Santoso, ST, MT. dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB Bapak Drs. Nurkholis, M.Bus.,Ak.,Ph.D. dan Kepala Bidang Litbang Barenlitbang, Dra. Rukayah, M.Si. dengan Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) FEB UB, Bapak Dr. Wildan Syafitri, SE, ME.

Dengan adanya peran serta dari pihak Akademisi dalam proses penyusunan dan analisa Indeks Gini di Kota Malang, diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kota Malang sehingga dapat merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat guna dan tepat sasaran.