SEMINAR TRANSPORTASI SOLUSI DAN STRATEGI MENGATASI KEMACETAN DI KOTA MALANG

Malang, 4 April 2018

Kota Malang – Perkembangan zaman modern telah mempengaruhi perkembangan setiap kota di dunia tak terkecuali di Indonesia yang saat ini telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah Kota Malang dan Wilayah Malang Raya. Hal ini memberikan keuntungan kepada masyarakat, baik dari sisi bisnis maupun dari sisi para pekerja untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Namun, gerak urbanisasi yang cepat dan sporadis dapat menimbulkan permasalahan seperti perkembangan kota tanpa batas, peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang tidak terkendali serta penurunan kualitas lingkungan. Fenomena menurunnya kualitas lingkungan serta tingkat layanan transportasi yang meliputi turunnya tingkat layanan jaringan jalan serta semakin ditinggalkannya tarnsportasi umum sebagai dampak dari kebijakan atas kendaraan bermotor.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Internasional, Inrix menyatakan jika Kota Malang merupakan kota nomor 3 termacet setelah DKI Jakarta dan Kota Bandung serta menduduki peringkat keempat di level Asia. Terkait permasalahan tersebut, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menyelenggarakan seminar dengan Tema “SOLUSI DAN STRATEGI MENGATASI KEMACETAN DI KOTA MALANG” yang dihadiri oleh OPD terkait baik di tingkat Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu), OPD di Lingkungan Provinsi Jawa Timur, para pakar transportasi dari unsur Akademisi serta stakeholder dan komunitas terkait permasalahan kemacetan suatu perkotaan. Dalam seminar transportasi ini diharapkan dapat menghasilkan suatu rumusan solusi dan strategi yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kota Malang.

Dalam sambutannya, Kepala Barenlitbang Kota Malang menyampaikan bahwa kemajuan kota yang pesat harus diimbangi dengan suatu sistem transportasi yang terencana, handal dan dapat memenuhi kebutuhan warga yang bergerak dinamis. Hal ini perlu dilakukan agar aktifitas setiap warga Kota Malang dapat berjalan dengan lancar. Pada akhir Bulan Maret 2018, Pemerintah Kota Malang melalui Barenlitbang telah menyelenggarakan Musrenbang sebagai bagian dari proses perencenaan pembangunan tahunan, dimana salah satu prioritas pembangunan Kota Malang adalah PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR SARANA DAN PRASARANA WILAYAH.

Berdasarkan data yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2014-2016, rata-rata pertumbuhan kepemilikan kendaraan setiap tahun mencapai 122.148 kendaraan atau naik sebesar 10,84%. Apabila dibandingkan dengan kapasitas ruas jalan, maka kondisi tersebut akan mempengaruhi tingkat layanan ruas jalan sehingga dapat menjadi suatu permasalahan kota yang akan berdampak pada semua sektor. Oleh karena itu, diharapkan penyelenggaraan seminar transportasi dapat menjadi sebuah “Bridging Communication Forum” yang merupakan kegiatan diskusi para pakar transportasi dan stakeholder terkait untuk mencari solusi, inovasi dan strategi yang efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Lebih baik mencoba memperbaiki daripada mencela keadaan yang ada. OPTIMIS, Kota Malang BISA.”