KUNJUNGAN WORLD BANK DALAM RANGKA DISKUSI PENGELOLAHAN AIR LIMBAH KOTA MALANG

Malang, 15 Mei 2018

Kota Malang – Perwakilan dari World Bank berkunjung ke Kota Malang siang ini. Kunjungan World Bank ke Kota Malang dalam rangka berdiskusi mengenai pengelolaan air limbah di Kota Malang mencakup kondisi eksisting maupun rencana pengelolaan sistem setempat. Rombongan diterima oleh Kepala Barenlitbang Kota Malang Bapak Erik Setyo Santoso, ST., MT didampingi perwakilan dari OPD terkait yang menangani pengelolahan limbah di  Kota Malang.

Dalam forum diskusi tersebut, Kepala Badan Barenlitbang menjelaskan kendala-kendala yang dihadapai dalam pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang berada di Kota Malang diantaranya adalah masalah terkait lahan IPAL.

Ketersediaan lahan untuk membangun IPAL tergantung pada masyarakat setempat. Apabila diperlukan pembebasan lahan, maka diperlukan proses-proses pengadaan lahan yang menyita cukup banyak waktu mulai dari proses negosiasi hingga pembebasan lahan itu sendiri. Sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan kepada semua pihak agar pembebasan lahan dapat berjalan dengan lancar.

Secara garis besar, permasalahan terkait IPAL terbagi menjadi 2 yaitu permasalahan fisik dan non fisik. Permasalahan non fisik memerlukan perhatian khusus karena menyangkut kesadaran masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga pada tempatnya. Beberapa permasalahan yang terjadi pada IPAL Eksisting saat ini adalah permasalahan jaringan yang tersumbat dikarenakan limbah rumah tangga, diantaranya pampers, pembalut hingga daster.

Memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran terhadap limbah rumah tangga bukan perkara mudah namun bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan meskipun memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu, sinergi dari Perangkat Daerah terkait penangangan limbah dan IPAL merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Kota Malang.